#Sharingeconomy

Posted: March 23, 2016 in My Opinion

Jujur kurang paham tentang Sharing Economy…maklum bukan ahli ekonomi. Cuma pengen ikut menanggapi kasus yang lagi update mengenai #demosopirtaksi. Jujur tulisan ini sedikt banyak menanggapi tulisan ahli ekonomi Rhenald Kasali di kompas.com. Padahal gak sebanding beliau ahli ekonomi…sedangkan saya apaan atuh. Ulasan Rhenald Kasali tersebut ada di link ini : http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2016/03/22/054000126/Demo.Sopir.Taksi.dan.Fenomena.Sharing.Economy.?page=1

Untuk kasus Gojek mungkin akan benar….memberikan keuntungan bagi masyarakat luas. Bagi pemilik kendaraan bermotor roda dua akan memberikan nilai ekonomi lebih, begitu juga bagi konsumen karena memberikan alternatif harga yang lebih murah. Dan yang terpenting adalah pemilik kendaraan roda dua rata-rata adalah masyarakat menengah kebawah….dan cenderung bisa dikatakan kekurangan dengan tingkat pendidikan yang rendah, walaupun untuk kasus Gojek banyak juga yang mapan (terlihat dari jenis kendaraan).

Tapi bagi Taksi (Grab, Uber dll) apakah adil… Orang yang ikut grab, uber dll rata-rata adalah yang memiliki mobil, paling tidak yang mampu menyewa mobil. Bisa jadi orang yang punya mobil banyak, dari pada nganggur ahhh…lebih baik gw sewain ikut grab, uber dll. Bisa dikatakan rata-rata ekonomi menengah ke atas (bisa beli mobil, masa dikategorikan seperti yang ngojek buat hidup),…lah keuntungannya ke mana.???  Ya ke pemodal yang modalin aplikasi, pemilik mobil (yang ikut grab, uber taksi dll), dan konsumen. Lah…dampaknya.??? Nggak tahu berapa jumlah Armada taksi konvensional + keluarga yang ditanggung…. cepat atau lambat mesti bakal tergusur.  Padahal setahu saya rata-rata sopir taksi konvensional adalah orang dengan pendidikan minim, skill terbatas (mungkin hanya nyopir) dan secara ekonomi saya berkeyakinan juga tidak berlebih…. Apakah ini masuk #Sharingeconomy…. ?? Kalau saya jujur masih melihatnya menimbukan kesenjangan ekonomi baru, dimana yang benar-benar susah makin susah dan yang sudah makan makin mapan dan makmur.

Ada yang menyoroti masalah ini dengan melihat pada sisi aplikasi… apakah benar ??? Sedikit banyak memang benar… aplikasi akan membantu, memudahkan dalam segala kegiatan… dan jelas memangkas cost/biaya… Tapi apakah penyedia jasa taksi tidak mengembangkan/memakai aplikasi…setahu saya si mereka juga mengembangkan aplikasi (bisa dicek di play store dll). Jadi taksi konvensional pun pada dasarnya juga berinovasi.

Terus masalahnya dimana kok bisa berbeda harga/tarif yang menonjol. Zero Inventory… ya untuk perusahaan taksi konvensional mereka harus menyediakan armada yang tentunya ada biaya overhead. Belum lagi biaya yang diwajibkan dalam regulasi/perijinan, Uji KIR, perpajakan (PPn, PPh), sertifikasi sopir, seragam, Kantor, Pool dll. Dan biaya itu tidak ada di Taksi/Ojek Aplikasi. Jadi bagaimana tidak akan kalah bersaing yang konvensional.

Terus apakah inovasi/perubahan yang diberangus….??? Tidak yang harus dilakukan adalah Cukup regulasi sektor baru ini dan sesuaikan regulasi taksi konvensional di sesuaikan/ diatur kembali. Buat aturan yang misalnya paksa buat kantor di Indonesia, buat koperasi, buat pajak khusus, buat regulasi harga dll yang intinya nantinya melingkupi semua pemain baik yang konvensional maupun yang aplikasi. Dengan itu maka akan ada perbaikan sektor transportasi di Indonesia.

Bagaimanapun saya setuju dengan perubahan/inovasi…dan tidak mungkin dilawan. Yang ada kita juga harus berubah/berinovasi….kalau tidak akan tergusur juga. Tapi yang perlu diperhatikan kita bernegara juga ada aturan/hukum kalau dengan dalih perubahan, hukum terus dilanggar,…trus apa gunannya. Yang ada kembali ke hukum rimba…yang kuat yang menang… Lebih baik ikuti aturan yang ada,…jika memang memerlukan perubahan, perbaiki dari sisi legislasinya/aturan mainnya. Kalau hukum sudah gak dipakai yang ada perang antara sesama…yang pemodal (pemilik taksi, pemodal jasa aplikasi dll) tetap tidak begitu merugi…yang ada yang rugi masyarakat kecil.

Nb. untuk lebih memberikan pandangan bisa baca ini juga. http://rizky.elrizky.net/akar-masalah-taxi-online

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s