Quote from “Sang Pemimpi”

Posted: August 31, 2010 in Film
Tags: , , , ,

Sebelumnya saya agak malas untuk menonton “Film Indonesia”, maklum kesan yang ada di benak saya terhadap film karya anak bangsa ini adalah sedikit menjurus vulgar namun kurang berseni, lebih banyak memberikan gambaran”kaya-miskin”, percintaan yang rumit, terkadang lebih seperti sinetron, dan memiliki kualitas yang kurang (menurut saya).

Film Indonesia pertama yang saya tonton dulu adalah “Fatahilah” (kalau tidak salah), waktu masih SMA. Setelah itu saya vakum, tidak pernah nonton film di bioskop lagi untuk waktu yang cukup lama. Film Indonesia kedua yang saya tonton adalah “Romeo dan Juliet” yang saya tonton berdua sama My Honey🙂 , setelah saya kerja. Film kisah cinta antara supporter The Jackmania dan The Viking.
Nah…. untuk dua film garapan Riri Riza yang diadaptasi dari novel karya Andrea Hirata yaitu “Laskar Pelangi” dan “Sang Pemimpi” saya tonton dari DVD. Dua Film ini menurut yang cukup berkualitas dan cukup member kesan bagi saya. Sebenarnya banyak film Indonesia lainnya yang saya tonton yang lumayan juga, seperti Catatan Akhir Sekolah (CAS), dan Alexandria yah lumayan… tapi terlalu remaja banget.

Nah…. khusus untuk saat ini saya ingin membahas mengenai Film Sang Pemimpi, terutama tentang beberapa nilai yang bisa diambil dari film ini. Film ini memiliki seting yang tidak begitu jauh dari film sebelumnya Laskar Pelangi, Pulau Belitong, PT. Timah, Keluarga Haikal (Ikal) dan kehidupan Ikal menjadi seting utama dengan beberapa seting tambahan yang cukup dominan yaitu SMA Manggar. Yang berbeda dari film ini adalah kisahnya lebih banyak seputar tiga sekawan yang Hailkal, Arai dan Jimbron.

Kisah-kisah remaja tiga sekawan itu dengan segala fantasi dan mimpi-mimpinya. Haikal dengan fantasi sebagai Indian, Arai dengan fantasi sebagai Koboy dan Jimbron dengan fantasi sebagai Kuda. Dengan Mimpi-mimpi besar mereka untuk mengelilingan dunia (Eropa) dan kuliah di Sorbone (Prancis). Banyak nilai-nilai kehidupan yang dapat diambil dari film ini, kerja keras, mimpi, pantang menyerah dan banyak nilai kehidupan lainnya yang dapat diambil didalamnya. Berikut adalah beberapa nilai yang coba saya temukan dari Film dan novel Sang Pemimpi. Yang saya ambil dari cuplikan dialog ataupun dari novel.

1. ……. Sejak itu aku mengenal bagian paling menarik dari Arai, yaitu ia mampu melihat keindahan dibalik sesuatu, keindahan yang hanya biasa orang temui dalam mimpi-mimpi.
Maka Arai adalah seorang pemimpi yang sesungguhnya, seorang pemimpi sejati. (Ikal—Sang Pemimpi, dalam narasi).

Tidak banyak orang pandai bermimpi. Beruntunglah orang yang pandai bermimpi dan berangan-angan. Memiliki banyak imajinasi untuk mereka-reka masa depan. Orang seperti ini akan selalu memperoleh semangat untuk selalu mengejarnya dan memiliki semangat hidup dan memberikan nilai yang berguna untuk orang lain.
Narasi diatas diungkapkan Ikal ketika dia menyadari rencana “licik dan culas” dari Arai. Suatu rencana yang tidak akan pernah Ikal duga, tabungan yang mereka kumpulkan mereka berikan untuk membantu Mak Cik Maryamah. Namun yang menjadi hebat adalah mimpi (angan-angan) Arai untuk membantu bukan untuk memberikan dalam bentu uang tapi dalam bentuk bahan-bahan untuk membuata kue. Suatu langkah yang kreatif yang memberikan jalan keluar bagi semuanya. Bagi Mak Cik berarti memberikan lapangan kerja, yang berarti mengurangi ketergantungan bagi keluarga Ikal. Bagi Haikal dan Arai berarti bantuan yang mereka lebih bermanfaat bukan sekedar memenuhi kebutuhan konsumtif keluarga Mak Cik Maryamah saja. Suatu Ide brilian dari Pemimpi.

2. What we do in life ….
echoes in eternity… !! Setiap peristiwa di jagat raya ini adalah potongan-potongan mozaik. Terserak disana-sini, tersebar dalam rentang waktu dan ruang-ruang. …..
“Maka berkelanalah di atas muka bumi ini untuk menemukan mozaikmu”. (Pak Balia— Sang Pemimpi)

Kata-kata yang terucap dari Pak Balia. Guru Ikal, Arai dan Jimbron.rangkaian kata ketika memulai pelajaran untuk membangun semangat bagi murid-muridnya untuk mampu dan mau bercita-cita, bermimpi dan mewujudkan mimpi-mimpi itu. Suatu peranan guru yang sangat baik yang bisa dijalankan bukan hanya memberikan pelajaran-pelajaran dari diktat dan buku pelajaran semata, namun menjadi pendidik yang mampu memberikan semangat dan motivasi muridnya, dengan memberikan nilai-nilai kehidupan yang belum tentu ada di ditat dan buku pelajaran. Suatu yang sangat mulia….

3. Perempuan adalah mahluk yang plin-plan, Kal, maka pertama-tama, buatlah mereka bingung. (Arai—Sang Pemimpi)

Satu rangkaian dalam seting dengan diatas, ketika dalam pelajaran Pak Balia. Tapi sepertinya tidak diuraikan dalam Film.
Adalah salah satu “Mimpi Besar” Arai yaitu; MENJADI KEKASIH ZAKIAH NURMALA. Gadis pujaan hati Arai yang selalu cuek terhadap Arai. Kata-kata ini menyiratkan kemampuan Arai dalam bermimpi dan “kelicikan” Arai terhadap hidup, kelicikan dalam mengakali kehidupan, penuh taktis dan strategi untuk mencapai mimpi.

4. ‘Apa yang terjadi denganmu, Ikal ?? Mengapa jadi begini sekolahmu ? Kemana semangat itu ?? Mimpi-mimpi itu ?? !!”.
‘Biar kau tahu, Kal, orang seperti kita tak punya apa-apa kecuali semangat dan mimpi-mimpi, dan kita akan bertempur habis-habisan demi mimpi-mimpi itu !!”
‘Tanpa mimpi, orang seperti kita akan mati…. (Arai—Sang Pemimpi)

MIMPI… kata dengan lima huruf ini cukup besar memiliki kekuatan. Mimpi memberikan semangat, memberikan harapan, memberikan kekuatan.
Dialog tersebut ketika Arai membentak Ikal, ketika terjadi perubahan pada Ikal. Ketika Ikal mengalami “putus mimpi” karena berbagai permasalahan, ketika ayahnya dipecat dari PT. Timah, ketika mereka (Ikal, Arai dan Jimbron) dihukum akibat tertangkap basah menonton di bioskop, ketika tabungan Ikal dan Arai harus habis untuk membantu ekonomi keluarga. Saat itu Ikal merasa sudah tidak akan dapat lagi mencapai mimpi-mimpinya untuk mengelilingi dunia (Eropa) dan sekolah di Sorbone (Paris), yang berakibat semangat Ikal menjadi hilang dan Ikal terlempar dari “Garda Depan” di sekolahnya.
Berbeda dengan Arai Sang Pemimpi sejati, di tetap terus melanjutkan mimpinya, bersemangat terus untuk mencapainya walaupun harus mulai lagi dari nol. Yakin terhadap mimpi-mimpinya. Dia tetap semangat dan bekerja keras untuk mencapai mimpi itu, karena dia menyadari bahwa sebagai orang yang tidak memiliki (secara ekonomi) hanya mimpi-mimpi yang bisa memberikan semangat hidup untuk mencapai yang lebih baik.

5. “Yang terpenting, bukanlah seberapa besar mimpi kalian, melainkan seberapa besar upaya kalian mewujudkan mimpi itu” (Ikal — Sang Pemimpi… narasi dalam film)

Ya.. benar, kita boleh dan harus bermimpi… bahkan sebesar-besarnya. Namun yang lebih utama adalah seberapa besar upaya kita untuk mewujudkannya. Upaya dan kerja keras untuk mencapai mimpi-mimpi itulah yang lebih bernilai.

Jadi … Janganlah takut bermimpi… mimpilah yang sebesar-besarnya…toh tidak ada biayanya untuk bermimpi. Tapi jangan lupa untuk berusaha keras untuk mencapainya dan selalu berdoa. …. Keep your dreams guys… and gets your dream come true

Comments
  1. petalself says:

    saya suka quote dari 4 buku karangan Andrea Hirata.. filmnya juga tidak kalah bagus.. sosok Arai benar-benar kuat….

  2. Salsha Maula says:

    ketika menonton film ini, qoute yang paling saya suka itu ketika Pak Mustar menasehati Pak Balia dan Ikal. Asli kata-katanya bener-bener ngena

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s