Keamanan di Kendaraan Umum di Jakarta Makin Memprihatinkan

Posted: March 8, 2010 in Pengalaman
Tags: , , ,

Beberapa waktu lalu saya melakukan perjalanan dari Kalibata (Depan Taman Makam Pahlawan ke Rangkas Bitung). Untuk ke Rangkas Bitung setahu saya harus lewat Terminal Kalideres, jadi ke sanalah tujuan awal saya.
Sebenarnya untuk mencapai Kalideres (setahu saya) yang dari daerah kalibata, ada dua alternatif kendaraan umum, yaitu :

– MAYASARI AC PAC 81 (Jurusan Kalideres-Depok PP) dengan rute : Terminal Kalideres – Jl. Daan Mogot – Jl. S. Parman – Bunderan Slipi – Jl. Gatot Subroto – Pancoran – Jl. Raya Pasar Minggu – Jl. Lenteng Agung – Jl. Margonda Raya – Terminal Depok

– STEADY SAFE PAC 87 (Jurusan Kalideres-Depok PP) dengan rute Terminal Kalideres – Jl. Daan Mogot – Jl. S. Parman – Bunderan Slipi – Jl. Gatot Subroto – Pancoran – Jl. Raya Pasar Minggu – Jl. Lenteng Agung – Jl. Margonda Raya – Terminal Depok

Sengaja waktu berangkat saya naik taksi, karena berempat dengan anggota keluarga lain, hitung-hitung lebih irit dan nyaman. Memang kenyamanan dapat diperoleh dengan naik taksi, namun jangan harap dengan keamanan (dalam hal ini dari argo kuda) yang ada di Taksi yang dinaiki. Memang saya naik taksi dalam kondisi macet, namun yang saya heran, dari depan Taman Makam Pahlawan sampai Pancoran argo sudah menunjukan lebih kurang Rp. 20.000,-. Tiap saya perhatikan dalam kondisi macet tersebut tiap jalan 5 meter argo sudah tambah Rp. 250,-, dalam hati saya bilang ini kuda larinya kenceng banget, lebih cepet dari larinya taksinya.
Saya tahu sopir taksi tersebut sengaja mempermainkan argonya tiap dia menginjak rem (karena yang saya perhatikan hal yang aneh dari cara mengemudi adalah pada saat menginjak rem). Sengaja saya tidak protes, saya berpikiran selama nanti sampai tujuan tidak lebih dari Rp. 100.000,- masih saya maafkan, hitung-hitung buat amal. Akhirnya sampai diterminal Kalideres Habis Rp. 80.000 + ongkos Tol (Rp. 7.500 dan 2.000).

*tips dalam mencari taksi :
1. Cari taksi yang benar-benar resmi, jika perlu lakukan pemesanan taksi lewat telp
2. Kalo mencari taksi di jalan, jangan naik taksi yang tidak jelas, perhatikan identitas pengemudi, jika tidak ada identitas di dashboard lebih baik jangan naik.
3. Perhatikan selalu argo taksi dan cara pengemudi membawa mobil, hati-hati pengemudi yang berniat jelek pintar dalam mencari celah kelengahan penumpang.
4. Complain jika merasa aneh dengan argo taksi yang anda naiki sesegera mungkin, jika perlu berhenti dijalan (tapi jangan di jalan tol) ganti dengan taksi lain.

Sesampainya di Kalideres, saya naik Bus tanggung 2 pintu… biasanya PO. Rudi atau PO. ….. Ikhlas, yang merupakan jurusan Kalideres – Rangkas Bitung. Tidak ada masalah dalam kendaraan itu, hanya pengamen yang cukup banyak, dan pedagang asongan yang tidak gampang menyerah yang terkadang membuat jenuh dan panasnya dalam bis yang membuat tidak tahan.

Terkait dengan pengamen, hal yang cukup membuat kesal adalah dalam perjalanan pulang dari Rangkas Bitung. Saya mengikuti rute yang sama, ke Kalideres dulu baru ke Jakarta. Saya waktu itu salah naik bus. Memang yang saya naiki adalah bus Jurusan Kalideres-Depok namun ternyata lewat lebak bulus (mungkin PO. Deborah). Hal ini sebenarnya bukan masalah, karena dari kenyamanan juga baik, Kebersihan juga baik dan ber AC ya walau kurang begitu dingin.

Namun yang perlu hati-hati terutama bagi penumpan Cewek adalah banykanya pengamen dan orang yang pura-pura mengamen namun (agak) memaksa dalam meminta uang. Dalam perjalanan itu kalo saya hitung mungkin lebih dari 6 pengamen yang masuk ke bis itu, jadi walaupun bus AC yang biasanya jarang menaikan penumpang bukan jaminan keamanan dari pengamen yang banyak. Dari berbagai modus yang dipakai dalam meminta uang kepada penumpang, bisa diamati tiga model yang cukup membuat takut penumpang. Pertama pengamen dengan berombongan yang antara 3-4 orang dengan hanya satu yang menyanyi, pada umumnya badan bertato, mereka meminta dengan sedikit memaksa. Kedua mengamen dengan membacakan puisi, sama halnya dengan yang pertama, pada umumnya berombongan 3-4 orang dengan hanya satu yang membaca puisi, sedangkan yang lainya menyahut. Sama halnya dengan model pertama tato ada diseluruh tubuh, dalam meminta pun sedikit memaksa.
Sedangkan model terakhir, ketiga yang saya temui adalah yang benar-benar bukan pengamen namun sekelompok anak jalanan yang meminta uang pada penumpang, walaupun mengatakan seikhlasnya namun mereka memaksa penumpang untuk memberi. Modus ini juga dilakukan dengan meminta secara diam-diam dengan mendekati penumpang yang duduk sendiran. Hal itu terjadi terhadap saya, salah satu dari dua orang tersebut duduk disebelah saya dan dengan terang-terangan meminta uang, bahkan terang-terangan meminta untuk minuman keras. Pertama minta Rp. 10.000,-, kemudian minta Rp. 5.000,-. Namun saya tidak memberi, saya bersikeras tidak memberi dan akhirnya mereka pergi. Yang menjadi pikiran bagi saya adalah apabila hal tersebut terjadi pada Cewek atau orang tua yang tidak berdaya….

*tips jika naik kendaraan umum 9terutama bagi Cewek)
– Selalu bersama teman, jika perlu teman Cowok.
– Siapkan sekedar uang receahan, untuk pengamen ataupun peminta.
– JIka mengalami kasus penodongan/pemaksaan dikendaraan umum jangan segan minta tolong pada penumpang lain.
– Siapkan uang seadanya untuk perjalanan, simpan uang yang lain ditempat yang benar-benar aman.

Perbaikan Kualitas Angkutan Umum dan Pengurangan Kemacetan

Maka perlu sekali kiranya perbaikan kualitas pelayanan, kenyamanan dan keamanan pada berbagai moda transportasi umum di Jakarta jika memang ingin mengurangi angka kemacetan. Tidak dipungkiri, kemacetan di Jakarta salah satu penyebabnya adalah padatnya arus lalu lintas akibat makin banyakanya kendaraan di jalanan ibukota. Hal tersebut dapat dikurangi jika makin banyak pemakai sarana transportasi yang mempergunakan moda tramsportasi umum yang masal. Kondisi sekarang dimana keamanan yang kenyamanan yang kurang pada berbagai sarana transportasi umum meyebabkan masyarakat lebih memilih kendaraan pribadi sebagai sarana transpotasi.
Selain itu perlunya pengurangan tarif transportasi, sehingga dapat lebih menarik pagi pengguna untuk mempergunakan sarana transportasi umum.

Semoga bermanfaat.

Jakarta, 8 Maret 2010

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s